Sebuah perasaan cinta, memang tak pernah tentu kapan dan dimana rasa
itu mulai tumbuh serta bermula. Terkadang sulit untuk menyadari apakah
ini cinta atau sekedar rasa suka. Sebuah kejadian yang akhirnya
mempertemukan kamu dengan seorang yang ideal, rasanya mustahil untuk
tidak mencintainya saat itu juga. Cinta pada pandangan pertama, itulah
yang mungkin tengah kamu rasakan saat itu. Tapi apakah rasa cinta yang
berawal dari mata turun ke hati bisa menjadikanmu sebagai seorang yang
mudah jatuh cinta?
Aduuuh… baru putus, sudah gandeng lagi
pasangan baru. Baiknya, yuk, kenali alasan mengapa seseorang bisa mudah
jatuh cinta, dan kamu akan tahu bagaimana cara mengatasinya.
- Terlalu membuka diri
Menutup diri bukanlah hal yang baik. Tetapi terlalu membuka diri, juga
akan membuat seseorang menjadi mudah untuk menerima dan memberi hati
kepada seseorang yang lainnya. Selain itu, terlalu membuka diri pun akan
mempermudah seseorang untuk masuk kedalam kehidupan pribadi kamu.
Perlahan, hal seperti inilah yang akan menyebabkan kamu menjadi mudah
jatuh cinta. Jadi sewajarnya dalam bergaul, terbukalah asal tidak
berlebihan. Namun jangan pula tertutup karena seseorang bisa menganggap
kamu angkuh nantinya.
- Terlalu sering mengira-ngira
Suatu
perasaan yang muncul sebenarnya adalah buah dari sesuatu yang kita
pikirkan sendiri. Bila kita berpikir baik, maka apa yang terjadi akan
dirasa menenangkan. Namun bila kita berpikir buruk, maka apa yang
terjadi akan dirasa menyakitkan. Dan begitu juga halnya dengan cinta.
Untuk seseorang yang mudah sekali jatuh cinta, sebaiknya berhentilah
mengira-ngira bahwa dia menyukai kamu atau jatuh cinta terhadap kamu.
- Mudah termakan rayuan
“Hari ini penampilan kamu oke banget… Gak ada yang bisa menandingi
penampilan kamu dari siapapun…” Percaya atau tidak, wanita ataupun pria
yang mendengar rayuan ini pasti akan luluh hatinya. Minimal, untuk orang
yang mudah jatuh cinta, hatinya akan terbang seketika. Dia akan merasa
bahwa dirinya berharga untuk seseorang yang memberikan rayuannya.
Padahal, orang yang merayunya pun bisa jadi adalah seorang yang juga
mudah jatuh cinta. Hmm… apa yang akan terjadi bila keduanya ternyata tak
setia? Untuk itu, abaikanlah mereka yang memberikan rayuan seperti itu.
Kalau serius, kan bisa tanpa merayu.
- Dia segalanya
Menggantungkan hidup kepada orang lain, jelas akan membuatmu tersiksa
saat kamu kehilangannya. Menganggap seseorang adalah segalanya untukmu,
akan membuatmu terluka saat ia tak ada. Untuk seseorang yang mudah
sekali jatuh cinta, mengistimewakan seseorang bisa jadi membuka peluang
sehingga kamu merasa mudah mencintainya. Padahal, perasaan itu pun belum
tentu apakah kamu benar mencintainya, atau hanya sekedar mengaguminya.
Untuk itu, janganlah memberikan perhatian khusus kepada seseorang yang
belum kamu yakini kecintaannya.
Mudah jatuh cinta tak selamanya
buruk, kok. Dibandingkan bertahan dengan sosok yang itu-itu saja padahal
sudah tidak klop, pelaku justru bisa menemukan sosok terbaik yang
dianggapnya lebih baik. Seorang yang mudah jatuh cinta pun tak perlu
menangis lama sampai berkubang air matanya setelah putus cinta. Kamu
harus selektif saat menentukan siapa yang akan menjadi kekasih hatimu.
Jangan asal pilih bila tak ingin menyesal nanti.
0 Comments